Razali Ajak Masyarakat Aceh Jaga Perdamaian dan Waspadai Provokasi

 


ACEH – Razali alias Nyak Li Maop, dari Badan Advokasi Indonesia, mengajak seluruh elemen masyarakat di Aceh untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan keamanan yang telah terbangun di Tanah Rencong.

Ajakan tersebut disampaikan Razali pada Senin (7/9/2026). Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh atau terprovokasi oleh pihak maupun informasi yang dapat memicu keresahan dan mengganggu persatuan.

“Jangan mudah terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang ingin merusak ketenangan dan menciptakan perpecahan di bumi Serambi Mekah,” kata Razali.

Menurutnya, menjaga perdamaian Aceh tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mempertahankan situasi yang aman dan kondusif.

Razali mengajak masyarakat memperkuat persaudaraan, membangun komunikasi yang baik, serta mengedepankan sikap saling menghargai dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap arus informasi di media sosial. Cepatnya penyebaran informasi, kata dia, harus diimbangi dengan sikap kritis agar masyarakat tidak ikut menyebarkan kabar yang belum diketahui kebenarannya.

“Setiap informasi yang diterima sebaiknya diperiksa terlebih dahulu kebenarannya. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru menimbulkan keresahan dan memicu perpecahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, Razali menyatakan dukungannya kepada Polda Aceh dan jajaran aparat keamanan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Aceh.

“Mari bersama-sama mendukung kepolisian, khususnya Polda Aceh, dalam menjaga keamanan serta memperkuat persaudaraan untuk membangun Aceh menuju masa depan yang lebih baik,” katanya.

Razali berharap masyarakat tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan. Menurutnya, perbedaan pandangan harus disikapi secara dewasa dengan tetap mengutamakan kedamaian dan kepentingan bersama.

Ia meyakini, dengan menjaga komunikasi, menyaring informasi sebelum menyebarkannya, serta memperkuat semangat persaudaraan, kondisi Aceh dapat terus terjaga aman, damai, dan kondusif.

(*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Terkini